Sabtu, 07 Januari 2012

Tugas Filsafat Umum - AL GHAZALI



AL  GHAZALI
( 1058/450H – 1111/505H )






1.     RIWAYAT HIDUP SINGKAT

Al-Ghazali lahir di Thus, Iran, pada tahun 1058/450 H. Nama lengkapnya adalah  Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i. Beliau memiliki gelar Syaraful A’immah, Zainuddin, Hujjatul Islam, Zain AL-abidin, Siraj al-Mujtahidin. Dikenal sebagai Algazel di dunia Barat. Memiliki etnik Parsi (Persia).  Aliran/tradisi yang dianutnya yaitu Islam Sunni (Shafi’i, Ash’ari).
Sejak kecil sudah memiliki tekad yang kuat untuk mendalami ilmu-ilmu agama. Pada tingkat dasar beliau mendapat pendidikan gratis dari beberapa guru karena kemiskinannya. Pada tingkat ini ia menguasai bahasa Arab dan Parsi dengan fasih. Beliau dididik dengan akhlak yang mulia dan membenci kepada sifat riya, megah, sombong, takabur dan sifat-sifat tercela lainnya. Ia sangat kuat beribadah.
Kemudian beliau mempelajari ilmu usluhuddin, ilmu mantiq, usul fiqih, filsafat dan  segala pendapat ke-empat mazhab. Guru-gurunya adalah : Ahmad ibnu Muhammad al-Razhani al-Thusi, Abu Nash al-Ismail di kota Jurjan (465H), Abu Maal al_juwaini di kota Naisabur, Syekh Yusuf al-Nasaj, Syekh Abu Ali al-Fadhl ibnu Muhammad ibnu Ali Farmadi.
Karena Al-Ghazali memiliki ketinggian ilmu, beliau dilantik menjadi mahaguru di Madrasah Nizhamiah (sebuah universitas yang didirikan perdana menteri) di Baghdad pada tahun 484H. Kemudian beliau dilantik sebagai Naib Kanselor di sana.
Imam al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah, maka dari itu ia digelari Hujjatul Islam. Ia sangat dihormati di dua dunia Islam yaitu Saljuk dan Abbasiyah yang merupaka pusat kebesaran Islam. Saking cintanya terhadap ilmu pengetahuan ia sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk mengembara mencari ilmu pengetahuan.
Akhir kehidupan beliau dihabiskan dengan kembali mempelajari hadits dan berkumpul dengan ahlinya serta menelaah hadits Bukhari dan Muslim. Di kota Thus ia mendirikan madrasah bernama Khanaqah untuk memperdalam tasawuf. Beliau meninggal menjelang pagi hari, Senin tgl 14 jumada akhir tahun 505 H di kota Thusi, dan dikuburkan di pekuburan Ath Thabaran.

2.     KARYA – KARYA

  1. Al Maqasid Al Filasifa
Buku ini membahas tentang maksud dan tujuan filsafat
  1. Tahafut Al-Falasifah,  484 H/1091M
Buku ini membahas tentang kelemahan-kelemahan dan celaan para filosofis masa lalu, akan tetapi dalam beberapa hal menyetujuinya, dengan prasangka hal itu benar dan sesuai dengan agama.
  1. Ihya Ulumuddin , 489 H/1096M
Merupakan karyanya yang terkenal dan memberi sumbangan besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah. Berisi masalah-masalah antara lain tentang sombong, riya, ujub, dengki.
  1. Al-Munqidh min adh-Dhalal
Buku ini membahas tentang problem filosofis yang dialaminya. Seperti pertanyaan tentang Apakah pengetahuan yang hakiki itu ? pengetahuan dapat diperoleh dengan indra atau akal ? dalam kita inilah dia memperoleh jawabannya : Jalan sufilah satu-satunya jalan untuk mendapatkan kebenaran hakiki.
  1. Kimiya As-Sa’adah
Kimia Kebahagiaan. Sebuah kitab yang menguak tentang kimiyah atau anatomi yang diistilahkan alghazali sebagai sebuah wujud yang berupa jasad manusia. Di dalam kitab ini alghazali menggunakan term al-nafs dengan makna jasad. Alghazali dalam karya-karyanya memaknai al-nafs sebagai nafsu.


3.     PEMIKIRAN

  1. KETUHANAN
Al Ghazali mengatakan bahwa “Kehidupan seorang muslim tidak dapat dicapai dengan sempurna, kecuali mengikuti jalan Allah SWT yang dilalui secara bertahap. Tahapan-tahapan itu antara lain : tobat, sabar, faqir, zuhud, tawakal, cinta, makrifat dan ridha. Karena itu seseorang yang mempelajari tasawuf wajib mendidik jiwa dan akhlaknya. Sementara itu, hati adalah cermin yang sanggup menangkap makrifat. Dan kesanggupan itu terletak pada hati yang suci dan jernih”.
Gagasan Okasionalisme (Keserbamungkinan)
Menurut Al-Ghazali  pengafirmasian terhadap keniscayaan kausalitas jelas akan mengarah pada penyangkalan terhadap berbagai peristiwa mukzizat dan kemahakuasaan Tuhan.
Apa yang seringdisebut kausalitas sebenarnya hanyalah keseiringan dua kejadian : kejadian yang pertama disebut sebab sementara, kejadian yang kedua disebut akibat, berdasarkan kacamata “kebiasaan” yang kita alami, bukan atas dasar keniscayaan permanen sehingga ia tak ubahnya sekedar keniscayaan psikologis, bukan keniscayaan logis.
Pandangan ini erat dengan pemahaman Al-Ghazali tentang keniscayaan Tuhan sebagai penyebab pertama yang dengan kehendak mutlakNya bisa saja mencipta kapanpun Dia berkehendak.
Pandangan Teologis ini juga sejalan dengan Metode Hipotetik al-Ghazali yang memberikan kelonggaran bagi kemungkinan terjadinya “pengecualian”, sebagai bentuk sikap skeptis terhadap hukum universal, baik dalam ranah kealaman maupun ranah moral.

  1. KEJUJURAN
Al-Ghazali menyebutkan ada Lima Bentuk Kejujuran.
Pertama, jujur dalam ucapan. Setiap perkataan seseorang wajib mengandung kebenaran. Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam” (HR. Bukhari Muslim)
Kedua, jujur dalam berniat. Salah satu tanda niat yang benar adalah berbanding lurus dengan perbuatan dalam kehidupan. Niat saja belum cukup jika tidak diiringi dengan kemauan dan kejujuran bahwa dirinya akan berupaya sekuat tenaga mewujudkan niatnya tersebut.
Ketiga, jujur dalam kemauan. Merupaka usaha agar terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam menyampaikan kebenaran,
Keempat, jujur dalam menepati janji. Janji adalah hutang, maka wajib untuk dibayar sesuai dengan nilainya. Menepati janji berarti mempertaruhkan harkat dan martabat dirinya di hadapan orang lain. Dengan sikap jujur, janji akan tertunai dan amanah akan dijalankan.
Kelima, jujur dalam perbuatan.

  1. AKHLAK
Akhlak menurut Al-Ghazali adalah sesuatu yang menetap dalam jiwa dan muncul dalam perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran terlebih dahulu. Akhlak bukanlah perbuatan, kekuatan, dan ma'rifah. Akhlak adalah "haal" atau kondisi jiwa dan bentuknya bathiniah
Kriteria akhlak yaitu: kekuatan ilmu, marah yang terkontrol oleh akal, kekuatan nafsu syahwat, dan kekuatan keadilan. Dengan meletakkan ilmu sebagai kriteria awal,   Al-Ghazali mengkaitkan antara akhlak dan pengetahuan.
Al-Ghazali membagi akhlak menjadi mahmudah-munjiyat (baik dan menyelamatkan) dan madzmumah-muhlikat (buruk dan menghancurkan). Akhlak yang baik adalah taubat, khauf, zuhud, sabar, syukur, keikhlasan, dan kejujuran, tawakkal, cinta, ridha, ingat mati. Sedangkan
akhlak yang buruk adalah rakus makan, banyak bicara, dengki, kikir, ambisi dan cinta dunia, sombong, ujub dan takabbur serta riya'.
Al–Ghazali mengatakan : Barangsiapa hendak mengetahui aib-aibnya, maka ia dapat menempuh empat jalan berikut :
  1. Duduk dihadapan seorang guru yang mampu mengetahui keburukan hati dan berbagai bahaya yang tersembunyi didalamnya. Pasrahkan dirinya kepada sang guru dan mengikuti petunjuknya dalam bermuhajadah membersihkan aib itu.
  2. Mencari seorang teman yang jujur, memiliki bashirih (mata hati yang tajam) dan berpegang pada agama, kemudian menjadikan temannya itu sebagai pengawas dan memperingatkannya.
  3. Berusaha mengetahui aib dari ucapan musuh-musunya. Sebab pandangan yang penuh kebencian akan berusaha menyingkapkan keburukan seseorang.
  4. Bergaul dengan masyarakat. Setiap kali melihat perilaku tercela seseorang, maka ia segera menuduh dirinya sendiri juga memiliki sifat tercela itu. Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.

  1. ILMU PENGETAHUAN
Al-Ghazal berpendapat bahwa pengetahuan sejati (al-ilmu al-hakiki) adalah pengetahuan absolut (al-ilmu al-yaqini; absolutely certain knowtedge). Untuk mencapai pengetahuan absolut, otomatis harus dilakukan pengujian, penelitian, pemilahan, pembagian, dan seterusnya, sampai betul-betul ditemukan keyakinan dan kepastian.

  1. SKEPTISISME (Metode Keraguan)
Gagasan skeptisisme filosofis dimulai oleh Al-Ghazali. Menurut ‘pendekar’ kaum Sunni ini, ‘jangan pernah menerima ‘kebenaran’, kecuali ia betul-betul tampak dengan jelas, tanpa menyisahkan keraguan di dalamnya, dan tidak mengandung kemungkinan salah atau prasangka’ (yankasyifu fihi al-ma’lum inkisyafan la yabqa ma’ahu raibun, wala yuqarinuhu imkanu alghalat wa al-wahm).
Tulisan Descartes dalam ‘A Discourse on the Method’, yaitu 4 prinsip filsafat Descartes yang memiliki kemiripan dengan cara-cara al-Ghazali dalam menggali kebenaran, mungkin dipengaruhi oleh Al;Ghazali.  
(1)   sesuatu tidak disebut sebagai ‘kebenaran’ kecuali dapat diterima akal, dan tidak mengandung keragu-raguan sedikitpun.
(2)    mulailah dengan ‘kebenaran’ (aksioma/proposisi/premis) yang paling sederhana, selanjutnya melangkah pada aksioma yang kompleks.
(3)   jangan pernah menerima ‘kebenaran’, kecuali setelah melalui eksperimen dan observasi (al-tamhis wa al-tafkir al-naqdi).
(4)    terbuka terhadap segala pendapat, teori, dan pemikiran; tidak terjebak hanya pada satu teori atau pemikiran (fanatik); tidak membuang atau mengindahkan pendapat atau teori orang lain, sebelum kemudian melakukan pengujian, pembagian, dan pemilahan.

  1. EKONOMI SYARIAH
Beliau mahir soal etika keuangan islam, fungsi uang dan evolusi penggunaannya. Dalam karya monumentalnya, Ihya Ulum ad-Din, mendefinisikan uang adalah barang atau benda yang berfungsi sebagai sarana untuk mendapatkan barang lain. Benda tersebut (uang) dianggap tidak mempunyai nilai sebagai barang (nilai intrinsik). Ia mengibaratkan uang sebagai cermin yang tidak punya warna sendiri tetapi mampu merefleksikan semua jenis warna.
Larangan menimbun uang
Alasan dasarnya karena dapat menghilangkan fungsi uang tersebut dan menimbulkan inflasi.
Larangan riba.
Riba diharamkan karena uang hanya sebagai alat tukar dan standar nilai barang semata, bukan sebagai komoditas. Karena itu perbuatan riba dengan cara tukar menukar  uang sejenis adalah tindakan yang keluar dari tujuan awal penciptaan uang dan dilarang oleh agama.
Jual Beli Mata Uang
Bila dilakukan maka sama saja dengan membiarkan orang lain melakukan praktek penimbunan uang yang akan berakibat pada kelangkaan uang dalam masyarakat, uang hanya akan beredar pada hal tertentu, orang-orang kaya saja. Ini adalah tindakan zalim.


DAFTAR  PUSTAKA :

  1. Sumber: Majalah As Sunnah
    Penyusun: Ust. Kholid Syamhudi, Lc.
    Dipublikasikan kembali oleh 
    www.muslim.or.id
  2. Wikipedia
  3. Books.google.co.id
  4. Ekisopini.blogspot.com
  5. Muhammadidris84.blogspot.com


Senin, 26 Desember 2011

Kegiatan Bimbingan Belajar

BIMBINGAN  BELAJAR  AL-ILMU

Didirikan sekitar tahun 2007 di perumahan komplek Peninsula oleh Ibu Yati dan Ibu Tuti. Pertama mengajar dihadiri murid sekitar 5 orang yang merupakan penduduk sekitar perumahan Peninsula, Jl. Pulo Ribung Raya, Pekayon, Bekasi Selatan.

VISI    :      Memberantas kebodohan, memerangi  kemiskinan dan menjauhkan
                  dari kekufuran
MISI   :      memberikan bimbingan belajar gratis kepada anak-anak yang
                  kurang mampu dari Segi financial maupun dari segi intelegensi agar
                  dapat mengikuti pelajaran dengan baik di sekolahnya.
Tujuan           :          
-         Meningkatkan kecerdasan dalam bidang matematika (SD)
-         Meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung (SD)
-         Memberikan pelajaran seperti di atas untuk anak-anak putus sekolah
-         Turut serta dalam mensyiarkan agama islam yaitu meramaikan dan membiasakan anak-anak ke mesjid





Program Kerja :
-          Kegiatan dilaksanakan setiap hari  Senin dan Kamis pkl. 16.00  - 17.30
-          Sebulan sekali (minggu I) diberikan susu gratis
-          Setiap liburan sekolah (selesai pembagian rapot) diadakan piknik seperti
Kunjungan ke museum, nonton bersama di bioksop, atau jalan2. (bila dananya Mencukupi)

Jumlah murid   :           Tahun ajaran 2011/2012 =  28 anak
                                    Kelas 1-2 SD                :   7 orang
                                    Kelas 3-4 SD                :   5 orang
                                    Kelas 5-6 SD                :   15 orang
                                    SMP                             :   1 orang
                                    Tidak bersekolah         :    -
                                   
Jumlah pengajar          :    4  ORANG

Lokasi Belajar             :    Mesjid Babur Rayyan, Komp. Peninsula
                                         Jl. Pulo Ribung – Pekayon, Bekasi Selatan

Dana operasional  sehari-hari : swadana dari pengajar, donatur tidak tetap

Kendala yang dihadapi :
-          Kurangnya tenaga pengajar untuk kelas 4 & 5 SD
-          Kurangnya tenaga pengajar untuk kelas membaca
-          Kurang biaya untuk acara piknik (1 tahun 2 kali)
-          Tidak adanya Donatur tetap untuk anak2 yg berprestasi
Untuk membiayai sekolahnya

Seminar Psikologi Pendidikan

Seminar :



Memperdalam

PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Dengan Alat Tes :
“ TKD 2,3,5,6, CODING  &  RMIB “
( Mengetahui Kemampuan Umum dan Bakat Minat )








Diselenggarakan oleh :
Rumah Unik Konsultasi Psikologi

Bekasi,  2 Oktober 2011



Tempat :           Rumah Makan “Wulan Sari I”
                                    Jl. Kemakmuran no. 47 kelurahan Marga Jaya
                                    Bekasi Selatan

Waktu              :           2 Oktober 2011, pkl. 08.00 – 14.00 WIB

Pembicara        :           Dra. Hj. Mardariyanti, M.Psi


Alat tes TKD 2,3,5,6, Coding dan RMIB adalah data penunjang hal-hal di luar IQ. Coding digunakan untuk mengukur beberapa hal seperti ketelitian, kecepatan, konsentrasi dan daya ingat.

TKD-2 digunakan untuk mengetahui wawasan/pengetahuan umum dan daya ingat. TKD-2 sudah mulai digunakan pada level SMP (tes masuk SMP) dan tes penjurusan SMA.

TKD-3 adalah alat tes untuk mengukur kemampuan non verbal.

TKD-5 adalah tes soal-soal hitungan  yang digunakan untuk mengukur kemampuan numeric.

RMIB adalah tes untuk mengetahui minat dan bakat. Biasanya digunakan untuk tes penjurusan SMA (IPA atau IPS).

Sertifikat a.n. Sri Nurhayati







Manusia dan Harapan


  1. PENGERTIAN HARAPAN

Harapan sama dengan keinginan. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti  manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun  mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan  kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau  meningkat.

  1. APA SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat  dan dorongan kebutuhan hidup.

Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan
manusia itu ialah :

a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)

c.  PENGERTIAN DOA

Doa adalah berdialog dengan Tuhannya untuk memohon supaya dikabulkan keinginannya atau yang diharapkannya. . Berdialog kepada Tuhan bisa bermacam-macam artinya , misalnya  memohon keinginan (berdoa) , mengadukan nasibnya (curhat) , berzikir dalam upaya mendekatkan diri kepada Tuhannya. Umumnya manusia berdoa kepada Tuhannya agar keinginannya dikabulkan. Jadi manusia memiliki harapan, dan untuk mewujudkan harapannya itu manusia melakukan usaha dengan perbuatan atau tindakan dan berdoa kepada Tuhannya.


Sumber :  ocw.gunadarma.ac.id
                 Abra139210.wordpress.com/2011/05/24/manusia-dan-harapan/

Manusia dan Kegelisahan


a.     PENGERTIAN DAN KEGELISAHAN

Kegelisahan adalah suatu keadaan jiwa seseorang yang tidak tentram, khawatir, cemas, tidak tenang, ketakutan. Kegelisahan dapat dilihat dari perilaku dan raut wajah dalam situasi tertentu.

b.     SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH

-         Takut kehilangan hak-haknya
-         Adanya ancaman baik dari dalam maupun dari luar dirinya
-         Dalam situasi menunggu suatu kepastian

c.     USAHA MENGATASI KEGELISAHAN

-         Dimulai dari diri sendiri yaitu bersikap tenang
-         Introspeksi
-         Mencari penyebab masalahnya
-         Berpikiran positif
-         Pasrah kepada Tuhan

d.     KETERASINGAN

Adalah suatu keadaan kehidupan manusia yang tersisihkan, terpencil, atau terpisah dari orang lain atau pergaulan. Penyebab keterasingan adalah :
-         Perilakunya sendiri yang merugikan orang lain sehingga masyarakat tidak mau menerima hal tersebut.
-         Kekurangan pada diri seseorang baik itu secara fisik maupun mental sehingga sulit menyesuaikan di dalam masyarakat karena perasaan rendah diri.

e.     KESEPIAN
Adalah suatu keadaan kehidupan atau jiwa seseorang yang sunyi, lengang, atau tidak berteman. Kesepian bisa diartikan secara fisik maupun mental. Kesepian dalam arti fisik berarti tidak berteman, selalu sendiri tidak berada dalam kelompok. Kesepian dalam arti mental berarti walaupun berada dalam keramaian, pergaulan atau kelompok tetapi hatinya tetap merasakan kesendirian. Penyebab kesepian adalah : frustasi, sedih yang berkepanjangan, tidak suka bergaul. Kesepian diakibatkan dari keterasingan.

f.   KETIDAKPASTIAN

Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak ada konsentrasi . Ketidak konsentrasian yang menyebabkan pikirannya kacau.

g.   USAHA-USAHA MENYIKAPI KETIDAKPASTIAN
            -  sabar
            -  konsentrasi
            -  berusaha, dengan mencari tahu penyebab-penyebabnya
            -  pasrah kepada Allah SWT.

Sumber : Dimyati.staff.gunadarma.ac.id
                Mukifauzi.blogspot.com/2010/06/manusia-dan-ketidakpastian.html

Manusia dan Tanggung Jawab


a.     PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, Tanggung Jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibat.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

b.     MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

1.      Tanggung jawab terhadap diri sendiri
2.      Tanggung jawab terhadap keluarga
3.      Tanggung jawab terhadap masyarakat
4.      Tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara
5.      Tanggung jawab terhadap Tuhan

c.     PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

Wujud tanggung jawab bisa berupa pengabdian dan pengorbanan.
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih saying, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengorbanan adalah pemberian untuk menyatakan kebaktian yang mengandung unsure keikhlasan dan tanpa pamrih berdasarkan kesadaran moral.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu.


Sumber : emil.staff.gunadarma.ac.id


Selasa, 20 Desember 2011

Manusia dan Pandangan Hidup

a.     PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGY
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup bersifat kodrati.karena itu ia menentukan masa depan seseorang,untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil
peikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat
hidupnya.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam:
· Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
· Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut
· Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi.jika organisasi itu organisasi politik,
ideologinya disebut ideologi politik.
Pandangan hdup pad dasarnya mempunyai unsurunsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan. Cita-cita adalah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau
perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik. Yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan.

b.    CITA-CITA
Menurut kamus umum bahasa indonesia, adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Yang merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Dapatkah seseorang memcapai apa yang dicita-citakan?hal itu tergantung dari tiga factor. Pertama ialah factor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya itu sendiri. Yang kedua ialah factor kondisi, yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Factor yang terakhir merupakan factor tingginya cita-cita dalam mencapai cita-cita itu.
c.     KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral,perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur itu terpisah bila manusia meninggal.karena merupakan pribadi,manusia mempunyai pendapat
sendiri,ia mencinta diri sendiri,ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita sendiri dan sebagainya.
Sebagai makhluk tuhan, manusiapun harus mendengarkan suara hati tuhan. Suara tuhan selau membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik. Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan
hokum tuhan. Baik-buruk kebajikan dan ketidakbajikan menimbulkan daya kreatifitas bagi seniman.
Factor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal, yaitu :
-          Pembawaan
(HERIDITAS)
-          Lingkungan
(ENVIRONMENT)
-          Pengalaman
d.    USAHA / PERJUANGAN
Usaha adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya
menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Karena itu tidak boleh bermalas-malas, bersantai-santai dalam hidup ini.
e.     KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN
Keyakina yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan tuhan. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu :
a.Aliran Naturalise
Hidup manusia itu dihungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari tuhan.
b.Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika/akal. Dengan akal manusia dapat berpikir. Dengan akal diciptakan
teknologi yang dapat membantu mencapai kebajikan yang maksimal.
c.Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah gabungan dari kekuatan gaib dan juga akal.segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi, apa yang benar menuru logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani.
f.      LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik, kita memerlukan langkah-langkah pandangan hidup. Langkah-langkah itu sebagai berikut :
a.Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap awal dari setiap
aktifitas hdupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
b. Mengerti
Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri
c.Menghayati
Selanjutnya setelah kita mengerti, adalah menghayati pandangan hidup itu
d.Meyakini
Setelah mngetahui kebenaran dan validitas dari pandangan hidup itu, maka hendaknya kita
meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu
e.Mengabdi
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang
telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya sendiri dan oleh orang lain. Dengan mengabdi kita akan merasakan manfaatnya
Jadi jika kita sudah mengenal, mengerti, menghayati, dan meyakinii pandangan hidup ini, maka selayakya disertai dengan pngabdian. Dan pengabdian ini hendaknya dijadikan pakaian, baik
dalam waktu tentram lebih-lebih bilamenghadapi hambatan, tantangan, dan sebagainya.

Sumber :
Baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/03/29/manusia-dan-pandangan-hidup/